15日、大阪のベトナム総領事館で、ベトナム語の能力試験が初めてパソコンを使って実施されました。この試験は、外国人向けのベトナム語能力を6つのレベルで測るもので、海外でコンピューター形式が採用されたのは今回が初めてです。
Pada tanggal 15, bertempat di Konsulat Jenderal Vietnam di Osaka, diadakan tes kemampuan bahasa Vietnam untuk pertama kalinya melalui komputer. Ujian ini mengevaluasi kemahiran bahasa Vietnam bagi orang asing dalam 6 tingkat, dan ini adalah pertama kalinya format ujian berbasis komputer diterapkan di luar negeri.
試験はハノイ師範大学が専門を担当し、大阪のベトナム総領事館が後援、ベトナム・日本経済協力促進協会のベトナム研究センターが協力して行われました。試験結果は、留学や研究、就職、文化交流などの際に活用されることが期待されています。
Ujian ini diselenggarakan secara profesional oleh Universitas Pendidikan Hanoi, di bawah sponsor Konsulat Jenderal Vietnam di Osaka, bekerja sama dengan Pusat Studi Vietnam di bawah Asosiasi Promosi Kerjasama Ekonomi Vietnam - Jepang. Hasil ujian diharapkan dapat digunakan untuk studi di luar negeri, penelitian, pencarian kerja dan pertukaran budaya.
今回の試験は試験的に行われ、1つのパソコン試験室で25人が受験しました。受験者の年齢や国籍は多様で、最年少は日本在住のベトナム人の8歳の女の子、最年長は69歳の日本人男性でした。レベル1からレベル6まで、すべての段階で受験者がいました。
Ujian ini diadakan secara percontohan, dengan 25 kandidat di ruang ujian komputer. Usia dan kewarganegaraan para kontestan sangat beragam: kontestan termuda adalah seorang gadis Vietnam berusia 8 tahun yang tinggal di Jepang, kontestan tertua adalah seorang pria Jepang berusia 69 tahun. Ada kandidat yang terdaftar di semua tingkatan dari 1 hingga 6.
大阪のベトナム総領事は「この試験は、海外在住のベトナム人に関する決議を実行する具体的な一歩だ」と述べ、組織委員会や大学の教員たちの努力を評価しました。また、日本に住むベトナム人コミュニティがベトナム語を継承し、教え、使うことをこれからも支援していくと強調しました。
Konsul Jenderal Vietnam di Osaka mengatakan: “Ujian ini merupakan langkah khusus untuk melaksanakan resolusi terkait orang Vietnam di luar negeri”, dan sangat mengapresiasi upaya panitia penyelenggara dan dosen universitas. Ia juga menegaskan akan terus mendukung komunitas Vietnam di Jepang untuk melestarikan, mengajarkan dan menggunakan bahasa Vietnam.
ベトナム語への関心は日本を含む多くの国で高まっており、標準化された能力試験の導入は、学習者にとって公式な指標になると期待されています。今回のパソコン試験の成功をきっかけに、今後は他の国や地域にも広げていく方針です。言語の教育と普及にとって、大きな一歩となりました。
Minat terhadap bahasa Vietnam meningkat di banyak negara, termasuk Jepang. Pengenalan uji kompetensi yang terstandar diharapkan dapat menjadi indikator resmi bagi peserta didik. Keberhasilan ujian berbasis komputer ini akan menjadi dasar untuk perluasan ke negara dan wilayah lain di masa depan. Ini merupakan langkah maju yang besar dalam pendidikan dan diseminasi bahasa.