15日午前、インドネシア東部のフローレス島沖でマグニチュード(M)7.7の大きな地震が発生しました。国家災害対策庁によると、16日時点で死者は53人、負傷者は135人に達しました。救助隊が新たに6人の遺体を発見したため、死者が増えました。
Pada tanggal 15 pagi, gempa berkekuatan 7,7 terjadi di lepas pantai Pulau Flores di Indonesia bagian timur. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, per tanggal 16, jumlah korban meninggal sebanyak 53 orang, jumlah korban luka-luka sebanyak 135 orang. Tim penyelamat menemukan 6 jenazah lagi, sehingga jumlah korban tewas bertambah.
地震の震源は島の北部から北東約30キロの地点で、深さは約10キロとみられています。当局は一時、津波警報を発令し、住民に避難を呼びかけました。震源付近では高さ約1.6メートルの津波が観測されましたが、大きな被害は確認されていません。
Episentrum gempa terletak sekitar 30 km timur laut dari utara pulau, pada kedalaman sekitar 10 km. Pihak berwenang untuk sementara mengeluarkan peringatan tsunami dan mendesak masyarakat untuk mengungsi. Di dekat pusat gempa, tercatat terjadi tsunami setinggi sekitar 1,6 meter, namun kerusakan besar akibat tsunami tersebut belum dapat dipastikan.
被害が特に大きかったのはマンガライ県や東マンガライ県などです。土砂崩れが起きた集落もあり、道路が寸断されたため救助活動は難航しています。通信障害や停電も捜索の妨げになっています。住宅は1300戸以上が損傷し、大半が全壊しました。
Kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Beberapa desa mengalami tanah longsor dan jalan terputus, sehingga menyulitkan operasi penyelamatan. Masalah komunikasi dan pemadaman listrik juga menghambat pencarian. Lebih dari 1.300 rumah rusak, sebagian besar roboh total.
教育施設93カ所、医療施設36カ所、行政庁舎38カ所にも被害が出ています。約5000人が避難所などに身を寄せ、余震を恐れて屋外で夜を過ごす人も多いです。当局はこれまでに995回の余震を記録しており、住民が感じたものだけでも46回に上ります。
93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan dan 38 kantor pusat administrasi juga rusak. Sekitar 5.000 orang tinggal di daerah pengungsian, banyak dari mereka harus bermalam di luar ruangan karena takut akan gempa susulan. Pihak berwenang mencatat 995 gempa susulan, 46 di antaranya dirasakan oleh manusia.
フローレス島は、世界最大級のトカゲ「コモドドラゴン」が生息するコモド島への玄関口として知られ、日本人観光客も訪れる地域です。1992年にも同規模の地震と津波が発生し、約2500人が死亡した歴史があります。今回も死傷者がさらに増える恐れがあり、国際社会からの支援が求められています。
Pulau Flores dikenal sebagai pintu gerbang menuju Pulau Komodo - rumah bagi spesies kadal terbesar di dunia "komodo", dan juga merupakan kawasan yang dikunjungi wisatawan Jepang. Pada tahun 1992, kawasan ini juga pernah dilanda gempa dan tsunami dengan skala yang sama yang menewaskan sekitar 2.500 orang. Saat ini, terdapat juga risiko jumlah kematian dan cedera yang akan terus meningkat, sehingga diperlukan dukungan dari komunitas internasional.